Welcome In My Blog

Kamis, 17 Oktober 2013

Tugas Kelompok Pengantar Telematika (Softkill StoryBoard)

Nama Kelompok :
1. Cynthia Octavianti         (1110640)
2. Fauziah Khoirun Nisa    (12110658)
3. Rosi Oktaviana Kuntari  (16110249)
4. Selvi Eka Chrisnawati    (16110436)

Kelas :
4KA25









Kamis, 10 Oktober 2013

Layanan-Layanan Pada Telematika



 Didalam telematika tedapat layanan-layanan yang harus diketahui salah satu contohnya adalah jika kita ingin memasang internet kita harus ke layanan dial up untuk ke internet itu merupakan salah satu contoh telematika.

 Layanan-layanan yang terdapat pada telematika yaitu: - Layanan Informatika di Bidang Informasi Layanan telematika dibidang informasi yaitu memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat. Informasi yang diberikan pun bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

 Dengan banyaknya informasi yang disajikan, akses untuk mendapatkannya sangat mudah karena wilayah kecil maupun besar sudah bisa mendapatkan informasi dengan cara mengakses internet dirumah, di handphone maupun di warnet (warung internet) - Layanan Keamanan Layanan keamanan berfungsi untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau tidak berjalan yang tidak seharusnya. Dengan kata lain, layanan ini sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah terhapus atau hilang sehingga layanan ini dapat mengurangi tingkat kejahatan maupun pencurian tidak terjadi.

 Contoh layanan keamanan diantaranya adalah a. Weather, stock information b. Penggunaan firewall dan ativirus c. Navigation assistant d. Entertainment and M-commerce - Layanan Context Awareness Yaitu kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks yang digunakan oleh user, beberapa konteks yang digunakan yaitu, data user lokasi user, referensi user, dan kemampuan terminal yang digunakan user.

Jumat, 27 September 2013

Jaringan Wireless dan Terminalnya

Pengertian Jaringan Komputer Dua buah komputer dikatakan terkoneksi, jika keduanya dapat saling tukar informasi. Bentuk koneksi tidak harus melalui wire system ( sistem kabel) saja, namun dapat melalui Fiber Optic, Microwave, Satelite Comunication, wireless. Jaringan komputer adalah suatu interkoneksi dari berbagai jenis komputer dengan menggunakan media komunikasi dan koordinasi komunikasi tertentu. Kegunaan Jaringan Komputer 1. untuk mempermudah pemakaian bersama sumber daya tertentu (resource Sharing). 2. untuk mendapatkan reliabitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif. (salin file ke beberapa mesin, jika salah satu PC mengalami kerusakan masih dapat menggunakan yang lain) 3. menghemat uang. Komputer berukuran kecil mempunyai rasio harga/kerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer mainframe kinerja sepuluh kali lebih baik jika dibandingkan dengan komputer peribadi, tetapi harga mainframe serbu kali lebih mahal. 4. skalabilitas. Yaitu kemampuan untuk meningkatkan kinerja sistem secara berangsur-ansur sesuai dengan beban pekerjaan dengan hanya menambah sejumlah prosesor. Contoh jaringan komputer dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Suatu server yang terhubung dengan beberapa komputer (PC) sebagai terminalnya 2. Komputer Mini dengan beberapa dumb terminalnya 3. Mainframe dengan beberapa dumb terminalnya Jaringan komputer dapat dibangun dengan type : 1. sangat simple, 2. kompleks, 3. atupun sangat komplek. Pengelompokkan Jaringan Komputer 1. Berdasarkan Luas Daerah Kerjanya Berdasarkan luas daerah kerjanya, jaringan komputer dapat dikelompokkan sebagai berikut : * Wide Area Network (WAN) * Metropolitan Area Network (MAN) * Local Area Network (LAN) 2. Berdasarkan Topologinya Berdasarkan Topologinya, jaringan komputer dapat dikelompokkan sebagai berikut : * Topologi Bintang ( Star Topology) * Topologi Ring (Ring Topology) * Topologi Bus (Bus Topology) * Topologi Pohon (Tree Topology) * Topologi Lengkap

Arsitektur Sisi Client dan Arsitektur Sisi Server

Arsitektur Telematika Pengertian Arsitekur Arsitektur system harus berdasarkan konfigurasi sistem secara keseluruhan yang akan menjadi tempat dari DBMS, basis data dan aplikasi yang memanfaatkannya yang juga akan menentukan bagaimana pemakai dapat berinteraksi dengannya. Arsitektur telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer – layer TCP/IP). Tiga elemen utama sebuah arsitektur, masing-masing sering dianggap sebagai arsitektur, adalah: 1. Arsitektur sistem pemrosesan, 2. Arsitektur telekomunikasi dan jaringan, dan 3. Arsitektur data. Arsitektur Client/Server Karena keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah arsitektur client/server. Dengan arsitektur ini, query data ke server dapat terlayani dengan lebih cepat karena yang ditransfer bukanlah file, tetapi hanyalah hasil dari query tersebut. RPC (Remote Procedure Calls) memegang peranan penting pada arsitektur client/server. Client/server dapat dibedakan menjadi dua, yaitu model Two-tier dan Three-tier. 1. Model Two-tier Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu : * User Interface adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user. * Manajemen Proses. * Database.
2. ModelThree-tier Pada model ini disisipkan satu layer tambahan diantara user interface tier dan database tier. Tier tersebut dinamakan middle-tier. Middle-Tier terdiri dari bussiness logic dan rules yang menjembatani query user dan database, sehingga program aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier. Dengan adanya server middle-tier ini, beban database server berkurang. Jika query semakin banyak dan/atau jumlah pengguna bertambah, maka server-server ini dapat ditambah, tanpa merubah struktur yang sudah ada.
Arsitektur Client – Server Telematika Arsitektur client – server telematika terdiri dari 2 buah arsitektur yakni, arsitektur sisi client dan sisi servernya. * Asitektur Sisi Client Istilah ini merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser (atau klien) sisi koneksi HTTP. Java Script adalah sebuah contoh dari sisi klien eksekusi, dan cookie adalah contoh dari sisi klien penyimpanan. Karakteristik Client : * Selalu memulai permintaan ke server. * Menunggu balasan. * Menerima balasan. * Biasanya terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu. * Biasanya berinteraksi langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan antarmuka pengguna seperti antarmuka pengguna grafis. Khusus jenis klien mencakup: web browser, e-mail klien, dan online chat klien. * Arsitektur Sisi Server Adalah sebuah eksekusi sisi server web khusus yang melampaui standar metode HTTP yang harus mendukung. Sebagai contoh, penggunaan CGI script di sisi server khusus yang tertanam di tag halaman HTML; tag ini memicu suatu tindakan kejadian atau program untuk mengeksekusi. Karakteristik Server: * Selalu menunggu permintaan dari salah satu klien. * Melayani permintaan klien kemudian menjawab dengan data yang diminta ke klien. * Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien. * Jenis server khusus mencakup: web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server. Kebanyakan layanan web ini juga jenis server. Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server : 1. Arsitektur Single-Tier Definisi arsitektur single-tier, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini, adalah bahwa semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Kelemahan dari jenis ini adalah keamanannya lebih rendah dan kurangnya skalabilitas. Sebuah arsitektur skalabel dapat dengan mudah ketika diperluas atau ditambah untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kinerja. Contoh (Arsitektur Single-Tier) 2. Arsitektur Two-tier Dalam arsitektur klien/server dua lapis , antarmuka pengguna ditempatkan di lingkungan desktop dan sistem manajemen database. Biasanya dalam sebuah server, yang lebih kuat merupakan mesin yang menyediakan layanan bagi banyak klien. Pengolahan informasi dibagi antara sistem user interface lingkungan dan lingkungan server manajemen database. Contoh (Arsitektur Two-Tier) 3. Arsitektur Three-tier Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan diantara sistem user interface lingkungan klien dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. * Three tier dengan server pesan Pada arsitektur ini, pesan akan diproses dan diprioritaskan. Header pesan memiliki prioritas yang mencakup informasi, alamat dan nomor identifikasi. Server pesan dihubungkan ke relasional DBMS dan sumber data lainnya. Sistem pesan alternatif untuk infrastruktur nirkabel. * Three tier dengan aplikasi server Arsitektur ini memungkinkan server untuk menjalankan sebuah aplikasi pada server lain tidak terdapat di sistem user interface lingkungan klien. Aplikasi dalam arsitektur ini lebih terukur dan biaya instalasinya murah pada satu server. Contoh (Arsitektur Three-Tier) Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier : * Keluwesan teknologi, * Mudah untuk mengubah DBMS engine, * Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda, * Biaya jangka panjang yang rendah, * Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan, * Keunggulan kompetitif, * Kemampuan untuk bereaksi terhadap perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi.

Definisi, Perkembangan, dan Bagaimana Trend Kedepannya Dari Telematika

Pengertian Telematika Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Prancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. Telekomunikasi mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi. Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunaan komputer dalam sistem telekomunikasi. Perkembangan Telematika Untuk kasus di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang waktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000. 1. Periode Rintisan Aneksasi Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis. Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi. Namun demikian, dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikan pun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984. Setahun sebelumnya di Amerika Serikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation) digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakat mulai memandangnya sebagai internet. Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu Group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailing List (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat pesan berbasis unix, ethernet, pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah unix, email, PC, modem, BBS, ethernet masih merupakan kata-kata yang sangat langka. Periode rintisan telematika ini merupakan masa di mana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar Jakarta, bahkan di luar pulau Jawa. Pada pihak akademisi dan praktisi praktisi IT (Information and Technology), merekam penggunaan internet sebagai berikut. Menjelang akhir tahun 1980-an, tercatat beberapa komunitas BBS, seperti Aditya (Ron Prayitno), BEMONET (BErita MOdem NETwork), JCS (Jakarta Computer Society — Jim Filgo), dan lain-lain. Konon, BEMONET cukup populer dan bermanfaat sebagai penghilang stress dengan milis seperti “JUNK/Batavia“. Di kalangan akademis, pernah ada UNInet dan Cossy. UNINET merupakan sebuah jaringan berbasis UUCP yang konon pernah menghubungkan Dikti, ITS, ITB, UI, UGM, UnHas, dan UT. Cossy pernah dioperasikan dengan menggunakan X.25 dengan pihak dari Kanada. Milis yang kemudian muncul menjelang akhir tahun 1980-an ialah the Indonesian Development Studiesi (IDS) (Syracuse, 1988); UKIndonesian (UK, 1989); INDOZNET (Australia, 1989); ISNET (1989); JANUS (Indonesians@janus.berkeley.edu), yang saking besarnya sampai punya beberapa geographical relayers; serta tentunya milis kontroversial seperti APAKABAR. Jaringan internet tersebut, terhubungkan dengan radio. Medio tahun 1980 diisi dengan komunikasi internasional melalui kegiatan radio amatir, yang memiliki komunitas dengan nama Amatir Radio Club (ARC) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bermodalkan pesawat transceiver HF SSB Kenwood TS 430 dengan komputer Apple II, sekitar belasan pemuda ITB menghubungkan server BBS amatir radio seluruh dunia, agar email dapat berjalan lancar. 2. Periode Pengenalan Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersial pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salah satu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti komputer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televisi internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Di saat keterbukaan yang diusung gerakan moral reformasi, stasiun televisi yang syarat informasi seperti kantor berita CNN dan BBC, yakni Metro Tv, hadir pada tahun 1998. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental komputer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan gegap gempita dalam menyongsong tahun 2000, abad 21, menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami kesenjangan digital (digital divide). Pemerintah yang masih sibuk dengan gejolak politik yang kemudian diteruskan dengan upaya demokrasi pada Pemilu 1999, tidak menghasilkan suatu keputusan terkait perkembangan telematika di Indonesia. Dunia pendidikan juga masih sibuk tambal sulam kurikulum sebagai dampak perkembangan politik terbaru, bahkan proses pembelajaran masih menggunakan cara-cara konvensional. Walaupun demikian, pada tanggal 15 Juli 1999, arsip pertama milis Telematika dikirim oleh Paulus Bambang Wirawan, yakni sebuah permulaan mailing list internet terbesar di Indonesia. 3. Periode Aplikasi Reformasi yang banyak disalahartikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp ilegal, perkembangan teknologi komputer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan di pinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah. Keterjangkauan secara finansial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era Millenium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang. Awal era Millenium inilah, pemerintah Indonesia serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal “top-down” direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika, diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia. Selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi komputer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada kafe dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis. Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor selular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, dilaporkan tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta. Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan. Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawa implikasi di berbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup. Peluang untuk memperoleh informasi bernuansa porno dan bentuk kekerasan lainnya, dapat terealisir. Di lain pihak, segi individualis dan a-sosial amat mungkin akan banyak menggejala di masyarakat. Walaupun demikian, masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat tertentu dan faktor yang sama dapat berdampak lain pada lingkungan yang berbeda. Tren Ke Depan Usaha Telematika Pada prinsipnya berbagai jenis usaha di dunia telematika dapat di pilah-pilah menjadi berbagai usaha yang sifatnya modular tidak terlalu tergantung satu dengan lainnya. Beberapa servis seperti NIC servis & CA/RA/PKI servis memang merupakan servis pendukung yang sifatnya tidak terlalu profit-oriented, akan tetapi tidak bisa di pisahkan dari usaha yang didukungnya. Secara umum model yang ingin di usulkan terlihat dalam gambar model terlampir. Model dibuat modular yang berarti entitas industri di masing-masing segmen di usahakan untuk bisa berdiri sendiri tidak harus tergantung satu sama lain. Ada lima (5) kelompok besar segmen industri jasa yang di identifikasi yaitu: 1. Infrastruktur Telekomunikasi (biasanya risiko bisnis paling besar) 2. Infrastruktur Internet (biasanya risiko bisnis sedang & rendah) 3. Hosting service (biasanya risiko bisnis rendah) 4. Transaction type service (biasanya risiko bisnis rendah). 5. Content / knowledge producer (biasanya risiko bisnis rendah). Ada dua (2) arah utama yang terjadi di level aplikasi yang pertama ke arah jasa yang sifatnya transaksi (biasanya di sini yang berputar adalah uang & barang) yang ke dua lebih ke arah transaksi pengetahuan & informasi. Karakteristik dari kedua arah tersebut akan berbeda; sayang sekarang ini yang lebih di gembar-gemborkan terutama e-commerce – padahal jika kita cukup pandai (dalam arti berpengetahuan banyak) maka bermain-main di k-commerce akan lebih menarik. Ada tiga (3) hal utama yang akan menentukan kehidupan / tingkat kompetisi maupun kontrol pemerintah di jenis usaha yang dipilih, tiga (3) hal tersebut adalah: • Tingkat risiko bisnis. • Kontrol kualitas. • Tanggung jawab sosial (menjamin proses cross subsidi). Pada tingkat risiko bisnis yang rendah, sebaiknya pasar di bebaskan dari proses lisensi atau perizinan – kompetisi bebas diberlakukan konsekuensinya kontrol kualitas di lakukan sendiri oleh masyarakat; pemerintah dapat memfasilitasi transparansi kualitas entitas. Sebaliknya untuk tingkat risiko bisnis yang tinggi, proses perizinan atau lisensi yang di ikuti kontrol kualitas dari pemerintah. Yang perlu diperhatikan barangkali membuat semua proses menjadi transparan ke masyarakat banyak. Dalam hal semua jenis usaha pada akhirnya bukan teknologi yang akan memenangkan pertandingan. Teknologi hanyalah alat bantu semata, kemenangan hanya bisa diperoleh dari keberhasilan dalam membentuk massa yang real di masyarakat. Dalam dunia informasi yang biasanya massanya berpendidikan, proses community building agak lebih pelik dari pada dunia biasa. Konsep penggalangan massa seperti para partai politik di dunia nyata tidak mungkin dilakukan di dunia maya. Interaksi dua arah berbentuk diskusi, di talkshow, di kolom-kolom media di tumpu oleh kemampuan leadership (kepemimpinan), total customer satisfaction dan komitmen kepada masyarakat berpengetahuan akan menjadi kunci keberhasilan dalam melibatkan masyarakat dalam kebersamaan. Fungsi fasilitator sangat erat di dunia maya sangat berbeda dengan dunia nyata yang lebih mementingkan struktur dan komando. sumber : http://welcometoadventure.blogspot.com/2010/10/definisi-perkembangan-dan-tren-ke-depan.html

Senin, 10 Juni 2013

Mayday History (sejarah hari buruh)

SEJARAH MAYDAY Aksi pemogokan menuntut 8 jam kerja dalam sehari Pada April 1886, ratusan ribu kelas pekerja di AS yang berkeinginan kuat menghentikan dominasi kelas borjuis, bergabung dengan organisasi pekerja Knights of Labour. Perjuangan kelas masif menemukan momentum di Chicago, salah satu pusat pengorganisiran serikat-serikat pekerja AS yang cukup besar. Gerakan serikat pekerja di kota ini sangat dipengaruhi ide-ide International Workingsmen Association. Gerakan tersebut telah melakukan agitasi dan propaganda tanpa henti sebelum Mei untuk merealisasikan tuntutan “Delapan Jam Sehari”. simbol anarkis Menjelang 1 Mei, sekitar 50.000 pekerja telah melakukan pemogokan. Sekitar 30.000 pekerja bergabung dengan mereka di kemudian hari. Para pekerja turun ke jalan bersama anak-anak serta istri untuk meneriakkan tuntutan universal ‘Delapan Jam Sehari.’ Pemogokan ini membawa aktivitas industri di Chicago lumpuh dan membuat kelas borjuis panik. Pada tanggal 1 Mei 1886 (Kemudian dikenal sebagai May Day), saat itu sebanyak 350.000 orang buruh yang diorganisir oleh Federasi Buruh Amerika melakukan pemogokan di banyak tempat di Amerika Serikat. Dua hari kemudian, 3 Mei, pemerintah mengutus sejumlah polisi untuk meredam pemogokan pekerja di pabrik McCormick. Polisi dengan membabi-buta menembaki pemogok yang berhamburan, pada saat kejadian ini terdapat empat orang tewas dan jauh lebih banyak lagi luka-luka. Ini menimbulkan amarah di kalangan kaum buruh, sebagian menganjurkan supaya mereka membalas dengan mengangkat senjata. Sejumlah kaum anarkis yang dipimpin Albert Parsons dan August Spies, juga merupakan anggota aktif Knights of Labour, menyerukan kepada kelas pekerja agar mempersenjatai diri dan berpartisipasi di dalam demonstrasi keesokan hari. Lapangan Haymarket Pertemuan di hari berikut, 4 Mei 1886, berlokasi di bunderan lapangan Haymarket, para buruh kembali menggelar aksi mogoknya dengan skala yang lebih besar lagi, aksi ini jaga ditujukan sebagai bentuk protes tindakan represif polisi terhadap buruh. Semula aksi ini berjalan dengan damai. Karena cuaca buruk banyak partisipan aksi membubarkan diri dan kerumunan tersisa sekitar ratusan orang. Pada saat itulah, 180 polisi datang dan menyuruh pertemuan dibubarkan. Ketika pembicara terakhir hendak turun mimbar, menuruti peringatan polisi tersebut, sebuah bom meledak di barisan polisi. Satu orang terbunuh dan melukai 70 orang diantaranya. Polisi menyikapi ledakan bom tersebut dengan menembaki kerumunan pekerja yang berkumpul, sehingga 200 orang terluka, dan banyak yang tewas. Penangkapan Meskipun tidak jelas siapa yang melakukan pelemparan bom, media massa dan politisi borjuis mulai melemparkan tuduhan-tuduhan bahwa ledakan tersebut merupakan ulah kaum sosialis dan anarkis. Mereka menyerukan ‘sebuah balas dendam yang pantas kepada kaum radikal.’ Setiap tempat pertemuan, sekretariat serikat pekerja, tempat cetak, serta rumah pribadi para aktifis diserang polisi. Setiap tokoh sosialis dan anarkis ditangkap. Bahkan individu-individu yang sama sekali tidak memahami apa itu sosialisme dan anarkisme, ditahan dan disiksa. Julius Grinnell, Jaksa Penuntut Umum kota tersebut, menyuruh kepolisian ‘melakukan penyergapan terlebih dahulu baru kemudian mempertimbangkan pelanggaran-pelanggaran hukumnya’. Delapan dari tokoh anarkis yang aktif di Chicago, dituntut dengan tuduhan pembunuhan terencana. Mereka adalah August Spies, Albert Parsons, Adolph Fischer, George Engel, Fielden, Michael Schwab, Louis Lingg dan Oscar Neebe. Pengadilan spektakuler kedelapan anarkis tersebut adalah salah satu sejarah buram lembaga peradilan AS yang sangat dipengaruhi kelas borjuis Chicago. Pada 21 Juni 1886, tanpa ada bukti-bukti kuat yang dapat mengasosiasikan kedelapan anarkis dengan insiden tersebut (dari kedelapan orang, hanya satu yang hadir. Dan Ia berada di mimbar pembicara ketika insiden terjadi), pengadilan menjatuhi hukuman mati kepada para tertuduh. Pada 11 November 1887, Albert Parsons, August Spies, Adolf Fischer, dan George Engel dihukum gantung. Louise Lingg menggantung dirinya di penjara. Sekitar 250.000 orang berkerumun mengiringi prosesi pemakaman Albert Parsons sambil mengekspresikan kekecewaan terhadap praktik korup pengadilan AS. Kampanye-kampanye untuk membebaskan mereka yang masih berada di dalam tahanan, terus berlangsung. Pada Juni 1893, Gubernur Altgeld, yang membebaskan sisa tahanan peristiwa Haymarket, mengeluarkan pernyataan bahwa, “mereka yang telah dibebaskan, bukanlah karena mereka telah diampuni, melainkan karena mereka sama sekali tidak bersalah.” Ia meneruskan klaim bahwa mereka yang telah dihukum gantung dan yang sekarang dibebaskan adalah korban dari ‘hakim-hakim serta para juri yang disuap.’ Tindakan ini mengakhiri karier politiknya. Bagi kaum revolusioner dan aktifis gerakan pekerja saat itu, tragedi Haymarket bukanlah sekadar sebuah drama perjuangan tuntunan ‘Delapan Jam Sehari’, tetapi sebuah harapan untuk memerjuangkan dunia baru yang lebih baik. Pada Kongres Internasional Kedua di Paris, 1889, 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur pekerja. Penetapan untuk memperingati para martir Haymarket di mana bendera merah menjadi simbol setiap tumpah darah kelas pekerja yang berjuang demi hak-haknya. Meskipun begitu, komitmen Internasional Kedua kepada tradisi May Day diwarisi dengan semangat berbeda. Kaum Sosial Demokrat Jerman, elemen yang cukup berpengaruh di Organisasi Internasional Kedua, mengirim jutaan pekerja untuk mati di medan perang demi ‘Negara dan Bangsa.’ Setelah dua Perang Dunia berlalu, May Day hanya menjadi tradisi usang, di mana serikat buruh dan partai Kiri memanfaatkan momentum tersebut demi kepentingan ideologis. Terutama di era Stalinis, di mana banyak dari organisasi anarkis dan gerakan pekerja radikal dibabat habis di bawah pemerintahan partai komunis. Hingga hari ini, tradisi May Day telah direduksi menjadi sekadar ‘Hari Buruh’, dan bukan lagi sebuah hari peringatan kelas pekerja atau proletar untuk menghapuskan kelas dan kapitalisme. Para terdakwa Delapan orang pemimpin buruh yang didakwa dan dijatuhi hukuman mati adalah : August Spies, imigran berkebangsaan Jerman, tewas digantung Albert Parsons, warga A.S., tewas digantung Adolph Fischer, imigran berkebangsaan Jerman, tewas digantung George Engel, imigran berkebangsaan Jerman, tewas digantung Louis Lingg, imigran berkebangsaan Jerman, bunuh diri dengan menggunakan dinamit saat berada di dalam penjara Michael Schwab imigran berkebangsaan Jerman, diberi keringanan hukuman dari hukuman mati menjadi hukuman kurungan penjara seumur hidup, kemudian diampuni pada tahun 1893 Samuel Fielden imigran berkebangsaan Inggris, diberi keringanan hukuman dari hukuman mati menjadi hukuman kurungan penjara seumur hidup, kemudian diampuni pada tahun 1893 Oscar Neebe warga A.S. keturunan Jerman, dihukum 15 tahun penjara kemudian diampuni pada tahun 1893. Dalam Pengertian Ensiklopedia. Hari Buruh pada umumnya dirayakan pada tanggal 1 Mei, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh. HARI BURUH DI INDONESIA Hari buruh di Indonesia Indonesia pada tahun 1920 juga mulai memperingati hari Buruh tanggal 1 Mei ini. Ibarruri Aidit (putri sulung D.N. Aidit) sewaktu kecil bersama ibunya pernah menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Uni Sovyet, sesudah dewasa menghadiri pula peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 1970 di Lapangan Tian An Men RRC pada peringatan tersebut menurut dia hadir juga Mao Zedong, Pangeran Sihanouk dengan istrinya Ratu Monique, Perdana Menteri Kamboja Pennut, Lin Biao (orang kedua Partai Komunis Tiongkok) dan pemimpin Partai Komunis Birma Thaksin B Tan Tein. Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak kejadian G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia. Jurnalis Juga Buruh, 1 Mei 2007 di Jakarta Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif, karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional. Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota. Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori “membahayakan ketertiban umum”. Yang terjadi malahan tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi gerakan komunis. Tahun 2006 Aksi May Day 2006 terjadi di berbagai kota di Indonesia, seperti di Jakarta, Lampung, Makassar, Malang, Surabaya, Medan, Denpasar, Bandung, Semarang, Samarinda, Manado, dan Batam. Di Jakarta unjuk rasa puluhan ribu buruh terkonsentrasi di beberapa titik seperti Bundaran HI dan Parkir Timur Senayan, dengan sasaran utama adalah Gedung MPR/DPR di Jalan Gatot Subroto dan Istana Negara atau Istana Kepresidenan. Selain itu, lebih dari 2.000 buruh juga beraksi di Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Buruh yang tergabung dalam aksi di Jakarta datang dari sejumlah kawasan industri di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang tergabung dalam berbagai serikat atau organisasi buruh. Mereka menolak revisi Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang banyak merugikan kalangan buruh. A stamp from East Germany celebrating the 100-year anniversary of International Workers Day on 1 May 1990. Tahun 2007 Di Jakarta, ribuan buruh, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat turun ke jalan. Berbagai titik di Jakarta dipenuhi para pengunjuk rasa, seperti Kawasan Istana Merdeka, Gedung MPR-DPR-DPD, Gedung Balai Kota dan DPRD DKI, Gedung Depnaker dan Disnaker DKI, serta Bundaran Hotel Indonesia. Di Yogyakarta, ratusan mahasiswa dan buruh dari berbagai elemen memenuhi Kota Yogyakarta. Simpang empat Tugu Yogya dijadikan titik awal pergerakan. Buruh dan mahasiswa berangkat dari titik simpul Tugu Yogya menuju depan Kantor Pos Yogyakarta. Di Solo, aksi dimulai dari Perempatan Panggung yang dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Bundaran Gladag sejauh 3 km untuk menggelar orasi lalu berbelok menuju Balaikota Surakarta yang terletak beberapa ratus meter dari Gladag. Aksi serupa juga digelar oleh dua ratusan buruh di Sukoharjo. Massa aksi tersebut mendatangi Kantor Bupati dan Kantor DPRD Sukoharjo. Di Bandung, para buruh melakukan aksi di Gedung Sate dan bergerak menuju Polda Jawa Barat dan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Jawa Barat. Di Serang, ruas jalan menuju Pandeglang, Banten, lumpuh sejak pukul 10.00 WIB. Sekitar 10.000 buruh yang tumplek di depan Gedung DPRD Banten memblokir Jalan Palima. Di Semarang, ribuan buruh berunjuk rasa secara bergelombang sejak pukul 10.00 WIB. Mengambil start di depan Masjid Baiturrahman di Kawasan Simpang Lima, Kampus Undip Pleburan, dan Bundaran Air Mancur di Jalan Pahlawan, lalu menuju gedung DPRD Jawa Tengah. Sekitar 2 ribu buruh di kota Makassar mengawali aksinya dengan berkumpul di simpang Tol Reformasi. Dari tempat tersebut, mereka kemudian berjalan kaki menuju kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo. Di kota Palembang, aksi buruh dipusatkan di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera). Di Sidoarjo, ratusan buruh yang melakukan aksi di Gedung DPRD Sidoarjo, Jawa Timur. Ribuan buruh di Pekalongan melakukan demo mengelilingi Kota Pekalongan. Aksi dimulai dari Alun-alun Pekauman Kota Pekalongan, melewati jalur pantura di Jalan Hayam Wuruk, dan berakhir di halaman Gedung DPRD Kota Pekalongan. Longmarch dilakukan sepanjang sekitar enam kilometer. Di Medan, sekitar 5 ribu buruh mendatangi DPRD Sumut dan Pengadilan Negeri Medan. Pawai Hari Buruh 1 Mei 2007 di Jakarta Tahun 2008 Sekitar 20 ribu buruh melakukan aksi longmarch menuju Istana Negara pada peringatan May Day 2008 di Jakarta. Mereka berkumpul sejak pukul 10 pagi di Bundaran Hotel Indonesia. Sementara itu 187 aktivis Jaringan Anti Otoritarian dihadang dan ditangkap dengan tindakan represif oleh personil Polres Jakarta Selatan seusai demonstrasi di depan Wisma Bakrie, saat hendak bergabung menuju bundaran HI . Di Depok, 5 truk rombongan buruh yang hendak menuju Jakarta ditahan personel Polres Depok. Di Medan, polisi melarang aksi demonstrasi dengan alasan hari raya Kenaikan Isa Almasih. Aksi buruh di Yogyakarta juga dihadang Forum Anti Komunis Indonesia. Pawai Hari Buruh 1 Mei 2008 di Jakarta Aksi ini dilakukan oleh pelbagai organisasi buruh yang tergabung Aliansi Buruh Menggugat dan Front Perjuangan Rakyat, serta diikuti berbagai serikat buruh dan organisasi lain, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Buruh Putri Indonesia, Kesatuan Alinasi Serikat Buruh Independen (KASBI), Serikat Pekerja Carrefour Indonesia, Serikat Buruh Jabotabek (SBJ), komunitas waria, organ-organ mahasiswa dan lain sebagainya. Tahun 2009 Belasan ribu buruh, aktivis dan mahasiswa dari berbagai elemen dan organisasi memperingati Hari Buruh Sedunia dengan melakukan aksi longmarch dari Bundaran HI menuju Istana Negara, Jakarta. Aksi ini tergabung dalam dua organisasi payung, Front Perjuangan Rakyat (FPR) dan Aliansi Buruh Menggugat (ABM). Ribuan buruh yang tergabung dalam ABM, tertahan dan dihadang oleh ratusan aparat kepolisian sekitar 500 meter dari Istana. Pawai Hari Buruh 2009 di Jakarta Tahun 2010 Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, ribuan pengunjuk rasa melakukan unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Dari Bundaran HI, mereka kemudian bergerak ke depan Istana Negara.. Mereka menuntut akan jaminan sosial bagi buruh. Kalangan buruh menganggap penerapan jaminan sosial saat ini masih diskriminatif, terbatas, dan berorientasi keuntungan. Morris dancing on May Day in Oxford, England 2004 Di depan Istana, sempat terjadi kericuhan yang berlangsung sekitar 15 menit pada pukul 14.00 WIB. Petugas kepolisian mengamankan dua orang pengunjuk rasa untuk dimintai keterangan. Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, kedua demonstran tersebut berasal dari salah satu lembaga antikorupsi, KAPAK (Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi). Setelah insiden itu, secara umum kondisi aksi unjuk rasa berjalan kondusif kembali hingga selesainya aksi pada pukul 16.00 WIB. BERITA HARI BURUH INDONESIA PADA TAHUN 2013 Pemerintah tetapkan May Day sebagai hari libur nasional Pemerintah berencana menetapkan peringatan hari buruh internasional (May Day) 1 Mei sebagai hari libur nasional. Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada para pimpinan serikat buruh atau pekerja dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/4/2013). "Beliau (SBY) akan berikan kado istimewa yang sudah kami tunggu-tunggu lama sekali, yakni akan jadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional pada tahun-tahun berikutnya," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal usai melakukan pertemuan di Istana Negara kepada wartawan. Dia menambahkan, Presiden SBY akan menyampaikan hal itu saat berkunjung ke PT Maspion dan PT Unilever di Jawa Timur pada 1 Mei 2013 nanti. Rencananya, penetapan hari buruh internasional sebagai hari libur nasional tersebut dimulai pada 2014 mendatang. Seperti diketahui, menjelang peringatan hari buruh internasional (May Day), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan serikat buruh atau pekerja di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut, hadir Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Mudofir. Selain itu, hadir Ketua Umum Serikat Buruh Muslim Indonesia M Syaiful Bahri Anshori, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi Sjaiful DP, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia Nining Elitos, Ketua Umum Federasi Pekerja BUMN Abdul Latif, dan Sekjen KSPSI Rudy Prayitno. Sementara Presiden didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Seskab Dipo Alam. May Day, Buruh Terus Suarakan Tuntutan Hidup Layak Serikat buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) akan menyerukan empat tuntutan lain dalam aksi peringatan Hari Buruh atau May Day yang akan berlangsung pada 1 Mei 2013. Presidium MPBI Said Iqbal mengatakan, kalangan pekerja tanpa henti akan terus memperjuangkan empat tuntutan terkait hak-hak para pekerja kepada pemerintah. "Empat tuntutan tersebut adalah menolak upah murah, memperbaiki sistem jaminan sosial, menolak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dan hapus praktik outsourcing di perusahaan BUMN," ujarnya ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Selasa (30/4). Ia mengungkapkan, untuk memperingati hari tersebut pihaknya akan menurunkan sebanyak 200.000 buruh yang berasal dari berbagai serikat pekerja. Saat ini, akunya, sebanyak 135.000 buruh siap turun ke jalan. Dalam aksi tersebut, pihaknya memastikan akan "mengepung" sejumlah titik, yakni istana dan enam kementerian. Enam kementerian yang akan dikepung dalam aksi May Day itu adalah Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Ia menjelaskan, dalam aksi esok hari agenda utama yang akan disuarakan adalah menolak upah murah. Menurutnya, berdasarkan data statistik upah minimum di Asia dan sekitarnya pada tahun 2012, upah minimum Indonesia masih rendah dibandingkan negara ASEAN, meskipun pertumbuhan ekonomi makro mengalami peningkatan. Dia mengatakan, Indonesia hanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan Kamboja dan Vietnam. Nilai upah minimum Indonesia tahun 2012 hanya mencapai US$161,3 per bulan. Angka ini masih jauh lebih rendah dari Thailand yang mencapai US$283,54 per bulan. "Juga termasuk penetapan upah minimum bagi guru honorer," tegasnya. Untuk sistem jaminan sosial, ia melanjutkan, pihaknya menuntut pemerintah agar lebih adil dalam menerapkan sistem jaminan sosial, khususnya sistem BPJS Kesehatan yang akan diberlakukan 1 Januari 2014. Said menjelaskan, masih ada 100 juta jiwa masyarakat yang belum ter-cover BPJS Kesehatan. Berdasarkan data yang diperoleh KSPI, baru 151 juta jiwa dari 251 juta jiwa penduduk Indonesia yang ter-cover BPJS. Dikatakannya pula, peserta BPJS yang sudah terdaftar itu adalah Askes PNS 17 juta, TNI/Polri 2,2 juta, peserta Jamkesmas 76 juta, peserta Jamsostek 5,6 juta, dan Jamkesda 31 juta. "Mendapatkan pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara. Tapi pada kenyataannya, masih banyak masyarakat yang belum tercover BPJS. Dan inilah yang akan kami perjuangkan," ujarnya. Lebih jauh, ia menambahkan, serikat buruh juga menolak dengan tegas kenaikan harga BBM karena berdampak pada naiknya harga-harga kebutuhan dasar masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan daya beli buruh terganggu. Menurutnya kenaikan harga BBM ke kisaran Rp6.000-Rp7.000 per liter akan mengakibatkan turunnya daya beli buruh sebesar 30% akibat naikknya ongkos angkutan umum, sewa rumah dan harga barang. "Kami akan melawan segala bentuk pencabutan subsidi karena tidak ada jaminan pengalihan subsidi akan diarahkan ke sektor-sektor yang meningkatkan kesejahteraan rakyat, tegas Said. Buruh juga menuntut dicabutnya sistem tenaga kerja alih daya atau outsource di perusahaan-perusahaan BUMN. Said berpendapat bahwa BUMN sebagai perusahaan negara dan harus menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk tidak menerapkan sistem outsourcing. "Kalau perusahaan negara saja masih pakai buruh outsourcing, perusahaan swasta akan melakukan hal yang sama," katanya. Meski demikian, ia menjamin perayaan May Day akan dilaksanakan tanpa tindakan anarkisme dan benturan. Menurutnya, peringatan Hari Buruh internasional sudah berjalan tiap tahun untuk menyampaikan isu-isu yang merupakan bagian dari perjuangan buruh untuk menuntut kelayakan hidup. "Kita jamin aksi akan berlangsung damai, tertib dan aman. Tidak ada anarkisme. Tidak ada settingan bentrok, pengamanan internal kita juga akan siap untuk mengamankan aksi kita," ujar dia. Sementara itu, pemerintah mengimbau kepada kalangan pekerja agar merayakan May Day dengan kegiatan menggalang kebersamaan. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menilai lewat momentum ini pekerja dapat lebih mengefektifkan sikap saling pengertian dan semangat kemitraan dengan pengusaha. “Kepada pimpinan serikat pekerja/serikat buruh dan konfederasi serikat itu, serta kalangan pengusaha silahkan merayakan May Day dengan kegiatan yang positif,” ujarnya. Ia mengakui, proses interaksi pelaku proses produksi yang terdiri dari pengusaha, pekerja dan pemerintah tidak selamanya berjalan sesuai dengan harapan. Proses interaksi dapat terganggu dalam implementasi karena berbagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi sistem hubungan industrial yang berlaku. Pihaknya menyadari peran para pelaku hubungan industrial sangatlah penting dalam mewujudkan iklim yang kondusif khususnya di dunia industri. Untuk itu, pemerintah khususnya Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi selalu berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dengan program-program pemerintah, baik dalam jangka waktu menengah dan jangka waktu panjang. "Juga pembangunan bidang ketenagakerjaan melalui kebijakan pasar kerja diarahkan untuk mendorong terciptanya lapangan kerja formal yang luas serta meningkatkan kesejahteraan pekerja informal," jelas Muhaimin. (Andreas Timoty) SUMBER : http://copasilmu.blogspot.com/2011/07/sejarah-dan-asal-usul-peringatan-hari.html http://nasional.sindonews.com/read/2013/04/29/15/743238/pemerintah-tetapkan-may-day-sebagai-hari-libur-nasional http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/30/2/150474/May-Day-Buruh-Terus-Suarakan-Tuntutan-Hidup-Layak KELOMPOK EDITOR : FAUZIAH KHOIRUN NISA (12110658) 3KA25 KONSEP: ROSI OKTAVIANA KUNTARI (16110249) 3KA25 SELVI EKA CHRISTNAWATI (16110436) 3KA25

Senin, 29 April 2013

Orangtuaku adalah Inspirasiku

Orangtuaku adalah orang yang menginpiraskan kehidupanku.Aku percaya bahwa mereka adalah orngtua yang paling terbaik didalam hidupku,ibu yang selalu menyanyangiku dan bapakku pun sayang denganku dan adik-adikku. Aku sangat kuat dengan adanya kedua orangtuaku,mereka selalu mengingatkan hal-hal yang baik,untuk nantinya aku bisa meneruskan masa depan yang lebih baik. Aku akan melakukan,seperti apa yang orangtuaku lakukan dalam hidupku,aku akan membalas budi mereka dengan cara ketaatan,kalian adalah orang yang paling berharga dalam hidupku,adik-adikku juga berharga dalam hidupku. Bapak yang tak pernah lelah untuk mencari nafkah,memberikan segala yang terbaik untuk keluarganya.mereka(orangtuaku) adalah orang yang bijaksana. Inilah mereka(kedua orangtuaku) yang menginspirasikan aku selama aku hidup.aku selalu berdoa untuk kedua orangtuaku supaya dalam setiap langkah kaki mereka berinjak,selalu senantiasa di berkati oleh Tuhan.amin www.gunadarma.com